Orang Aceh cukup bertenaga. Musala bisa dibawa sesuka hati. Beda dengan
daerah lain, orang-orang tidak bisa memindahkannya. Maaf! Ini hanya soal
perbedaan bahasa. :D
Sajadah kalau dalam bahasa Aceh disebut “musala”. Sementara “musala” dalam
bahasa Indonesia ditujukan kepada tempat ibadah bagi orang islam.
Namun sesungguhnya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, musala berarti (1) tempat salat; langgar; surau; (2) tikar salat;
sajadah.
Kalau demikian, ternyata orang Aceh tidak salah pakai kata dalam
menyebutkan sajadah. Namun, kata tersebut tetap digunakan jika akan menujukkan musala menurut daerah lain yang pada umumnya.
Oh ya, orang Aceh biasanya mendirikan musala di dalam rumah biar biasa salah berjamaah. Begitupun di warung kopi dengan fasilitas wifi, pasti disediakan musala bagi pengunjung yang ingin salat (sendiri) atau berjamaah.[]
Oh ya, orang Aceh biasanya mendirikan musala di dalam rumah biar biasa salah berjamaah. Begitupun di warung kopi dengan fasilitas wifi, pasti disediakan musala bagi pengunjung yang ingin salat (sendiri) atau berjamaah.[]
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar